Semua sudah pakai AI. Belum semua kerjanya berubah.

MakinPintar membantu orang dan tim memasukkan AI ke pekerjaan nyata, sampai tetap dipakai.

0/200
Contoh

Gratis. Satu nomor WhatsApp, satu kartu. Jangan tulis nama orang atau data rahasia.

CARA KERJA BARUContoh
Contoh hasilUntuk saya
Kerjaan
Rekap absen dari 12 grup WhatsApp

Yang berubah

  • Sekarang bisaMelihat pola telat per orang tiap minggu. Dulu tidak sempat dihitung.
  • Lebih amanNama dan nomor karyawan diganti kode sebelum masuk AI.
  • Lebih cepat2 jam jadi sekitar 30 menit sampai 50 menitPerkiraan dari jawaban: 2 jam, tiap minggu
  • Tetap di tangan AndaKeputusan teguran tetap diambil atasan.

Langkah baru

  1. 1Salin pesan absen dari grupManusia
  2. 2AI merapikan jadi tabel dan menandai yang telatAI
  3. 3Cek 5 baris secara acakManusia
  4. 4Kirim rekap ke atasanManusia

Instruksi siap pakai

Anda membantu admin HR merekap absen. Dari pesan grup di bawah, buat tabel: kode karyawan, tanggal, jam masuk, status. Tandai yang telat 3 kali berturut-turut. Jangan menebak data yang tidak ada, tulis "tidak jelas".

Untuk kerjaan sendiri, AI menyusun kartu ini dari jawaban Anda. Instruksi siap pakainya terbuka lewat WhatsApp: satu nomor, satu kartu gratis.

Celah yang kami kerjakan

AI sudah dipakai di mana-mana. Cara kerjanya belum ikut berubah.

Pekerja di Indonesia

Pernah memakai AI untuk kerja, setahun terakhir69%
Memakainya setiap hari16%

PwC Hopes and Fears 2025, 812 pekerja di Indonesia. Siaran pers PwC Indonesia, 23 Februari 2026.

Perusahaan di Indonesia

Sudah memakai AI40%
Dari yang sudah memakai, yang menyebut AI menyatu penuh dengan kerja12%

AWS dan Strand Partners, Unlocking Indonesia's AI Potential 2026, Agustus 2026.

Kita sibuk belajar tentang AI, tetapi lupa belajar bagaimana bekerja bersama AI.

MakinPintar bukan tentang belajar AI. Ini tentang belajar bekerja lebih cerdas di dunia yang sudah tidak terpisahkan dari AI.

Mulai dari mana

Untuk diri sendiri, atau untuk satu tim.

Untuk diri sendiri

Ubah satu kerjaan dalam satu hari.

AI for Productivity

Rp 1.188.000

Tatap muka. Sabtu, 7 November 2026, Eureka Coffee n Kitchen, Bandung.

Bawa satu kerjaan nyata, rakit ulang bersama fasilitator, uji di kelas, lalu ukur selama 7 hari.

Lihat workshop

Bukan Soal Prompt

Rp 89.000

Dibaca sendiri, kapan saja.

Cara berpikir yang tetap berguna saat alat AI berganti.

Lihat e-book
Untuk tim dan perusahaan

AI yang benar-benar dipakai satu tim.

AI Adoption Program

Mulai dari Rp 39.000.000
4 mingguMaks. 20 orangDipandu Roni
  • Mulai dari kerjaan tim yang nyata, bukan daftar alat.
  • Aturan pakai AI yang aman untuk data kantor.
  • Waktu dan hasil diukur sebelum dan sesudah, untuk dilaporkan ke atasan.
Cara kami bekerja

Satu kerjaan, dikerjakan sampai jalan.

  1. 1

    Bongkar

    Mulai dari kerjaan nyata. Lihat bagaimana kerjaan itu sekarang dilakukan, langkah demi langkah.

  2. 2

    Temukan yang harus berubah

    Bukan sekadar apa yang bisa dipercepat, tapi apa yang seharusnya dikerjakan dengan cara lain.

  3. 3

    Bangun cara kerja baru

    Bersama AI, dengan pembagian jelas: mana bagian AI, mana bagian manusia.

  4. 4

    Uji sampai dipakai

    Sampai hasilnya bisa dipercaya, diukur, dan dipakai terus. Kalau tidak dipakai, berarti belum selesai.

Kami tidak mulai dari alat, model, atau teori. Kami mulai dari pekerjaan nyata.

Aman dipakai di kantor

Cepat itu bagus. Aman itu syarat.

Data

Data rahasia tidak masuk AI.

Nama, nomor, dan angka penting diganti kode sebelum ditempel.

Penilai

Manusia yang memutuskan.

AI menulis draf. Keputusan, tanda tangan, dan tanggung jawab tetap di manusia.

Aturan

Satu aturan untuk satu tim.

Untuk perusahaan, kami bantu menyusun aturan pakai AI dengan memperhatikan UU PDP.

Contoh kerjaan

Kerjaan rutin seperti ini yang paling cepat berubah.

✓Rekap absen 12 grup✓Notulen rapat✓Balas chat pelanggan✓Laporan penjualan mingguan✓Rekap klaim✓Caption produk✓Proposal klien✓Ringkasan kontrak✓Jadwal piket✓Laporan kinerja✓Rekap stok gudang✓Email penagihan

Hasil kelas yang sudah diukur tampil di sini, dengan izin peserta.

Roni Mulyana, pendiri MakinPintar
Roni Mulyana
Pendiri MakinPintar. Memandu setiap kelas dan program.
Profil fasilitator
Kenapa MakinPintar ada

Saya membangun MakinPintar karena melihat satu kenyataan yang terus berulang: semakin banyak orang menggunakan AI, tetapi semakin sedikit yang benar-benar mengubah cara mereka bekerja.

AI sudah ada di mana-mana. ChatGPT dibuka setiap hari. Berbagai alat AI dicoba. Pelatihan diikuti. Istilah-istilah baru dipelajari. Setiap model AI terbaru dibandingkan, setiap teknologi baru diperdebatkan, seolah-olah kemajuan ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengikuti perkembangan.

Tapi apa yang sebenarnya berubah?

Laporan masih membutuhkan waktu yang sama. Pekerjaan masih melewati proses yang sama. Hasil AI sering kali hanya terdengar pintar, tetapi dangkal dan generik. Setelah pelatihan selesai, orang kembali ke kebiasaan lama.

Kita sibuk belajar tentang AI, tetapi lupa belajar bagaimana bekerja bersama AI.

Itulah mengapa MakinPintar hadir.

Kami tidak memulai dari alat, model, atau teori. Kami memulai dari pekerjaan nyata. Kami membongkar bagaimana pekerjaan itu dilakukan, menemukan apa yang seharusnya berubah, membangun cara kerja baru bersama AI, lalu mengujinya sampai hasilnya dapat dipercaya, diukur, dan diterapkan secara konsisten.

Karena tujuan kami bukan membuat orang sekadar bisa menggunakan AI. Tujuan kami adalah membuat orang mampu bekerja dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin mereka lakukan.

Saya percaya masalah terbesar adopsi AI bukan kurangnya teknologi, bukan kurangnya akses, bahkan bukan kurangnya pelatihan.

Masalahnya adalah kita terlalu fokus belajar cara menggunakan AI, tetapi belum cukup belajar cara berpikir, bekerja, dan menghasilkan sesuatu bersama AI.

MakinPintar bukan tentang belajar AI. Ini tentang belajar bekerja lebih cerdas di dunia yang sudah tidak terpisahkan dari AI.

Sab7Nov
Kelas berikutnya

AI for Productivity

09.00–16.00 WIB · Eureka Coffee n Kitchen, Bandung · Rp 1.188.000 · Sisa 3 dari 20 kursi

Pesan kursi

Yang biasanya ditanya duluan

Apa itu MakinPintar?

MakinPintar bukan tentang belajar AI. Ini tentang belajar bekerja lebih cerdas di dunia yang sudah tidak terpisahkan dari AI. Kami membantu orang dan tim memasukkan AI ke pekerjaan nyata sampai tetap dipakai, lewat workshop tatap muka, e-book, dan program untuk perusahaan. Berbasis di Bandung.

Rakit ulang gratis itu benar-benar gratis?

Ya, satu kartu untuk satu nomor WhatsApp. Kartunya langsung tampil di halaman. Instruksi siap pakai dan versi lengkap terbuka setelah kode dikirim lewat WhatsApp.

Kerjaan yang ditulis disimpan di mana?

Teks kerjaan disimpan bersama kartunya, supaya bisa dibuka lewat WhatsApp. Jangan menulis nama orang, nomor, atau data rahasia: kerjaan yang memuat nomor telepon, email, atau nomor identitas ditolak sebelum masuk AI. Rinciannya ada di Kebijakan Privasi.

Apa bedanya dengan pelatihan AI lain?

Kami tidak mulai dari alat, model, atau teori. Kami mulai dari kerjaan peserta sendiri, membangun cara kerja baru bersama AI, lalu mengujinya sampai benar-benar dipakai.

Mulai dari satu kerjaan.

Gratis, satu kartu untuk satu nomor WhatsApp.