Mulai dari kerjaan nyata

Semua sudah pakai AI. Belum semua kerjanya berubah.

MakinPintar membantu orang dan tim membongkar kerjaan berulang, membangun cara kerja baru bersama AI, lalu mengujinya sampai benar-benar dipakai. Bukan sekadar mengenal alat AI.

  • Mulai dari satu kerjaan
  • AI dan penilaian manusia
  • Tanpa keahlian teknis
Bukan cuma prompt baru.CARA KERJA BARU
SEBELUM
Rekap laporan mingguan
1Salin data manual
2Rapikan format
3Cek satu per satu
SESUDAH
Alur kerja dibantu AI
AISusun ringkasan
AITandai yang janggal
✓Manusia memeriksa
Contoh alur, bukan klaim hasil terukur.
  • Bukan kumpulan prompt
  • Bukan sekadar pelatihan alat
  • Hasil yang benar-benar dipakai

01 / Rasakan metodenya

Kerjaan apa yang paling sering menghabiskan waktu?

Ceritakan satu kerjaan berulang. Lihat seperti apa alurnya kalau dirakit ulang bersama AI. Gratis, tanpa perlu paham istilah AI.

Rakit Ulang Satu Kerjaan

Mulai dari masalahnya, bukan alatnya.

0/200

Gratis. Satu nomor WhatsApp, satu kartu. Jangan tulis nama orang, nomor, atau data rahasia.

CONTOH HASILRANCANGAN, BELUM DIUJI

Untuk saya

Rekap absen dari 12 grup WhatsApp

Yang berubah

  • Sekarang bisaMelihat pola telat per orang tiap minggu. Dulu tidak sempat dihitung.
  • Lebih amanNama dan nomor karyawan diganti kode sebelum masuk AI.
  • WaktuPerlu diuji duluSekarang 2 jam, tiap minggu
  • Tetap di tangan AndaKeputusan teguran tetap diambil atasan.

Urutan kerja baru

  1. 1.Salin pesan absen dari grupMANUSIA
  2. 2.AI merapikan jadi tabel dan menandai yang telatAI
  3. 3.Cek 5 baris secara acakMANUSIA
  4. 4.Kirim rekap ke atasanMANUSIA

Instruksi siap coba

Anda membantu admin HR merekap absen. Dari pesan grup di bawah, buat tabel: kode karyawan, tanggal, jam masuk, status. Tandai yang telat 3 kali berturut-turut. Jangan menebak data yang tidak ada, tulis "tidak jelas".

Contoh ilustratif. Untuk kerjaan sendiri, AI menyusun kartu seperti ini dari jawaban Anda, lalu instruksi siap cobanya terbuka lewat WhatsApp: satu nomor, satu kartu gratis.

Lihat contoh hasil lengkap
Mau bikin ini benar-benar jalan?

Di workshop, kerjaan ini dibawa dan dibangun bersama fasilitator. Bisa ikut sendiri atau dikirim kantor.

Lihat workshop

02 / Celah yang kami kerjakan

AI sudah dipakai di mana-mana. Cara kerjanya belum ikut berubah.

Pekerja di Indonesia

Pernah memakai AI untuk kerja, setahun terakhir69%
Memakainya setiap hari16%

PwC Hopes and Fears 2025, 812 pekerja di Indonesia. Siaran pers PwC Indonesia, 23 Februari 2026.

Perusahaan di Indonesia

Sudah memakai AI40%
Dari yang sudah memakai, yang menyebut AI menyatu penuh dengan kerja12%

AWS dan Strand Partners, Unlocking Indonesia's AI Potential 2026, Agustus 2026.

Kita sibuk belajar tentang AI, tetapi lupa belajar bagaimana bekerja bersama AI.

MakinPintar bukan tentang belajar AI. Ini tentang belajar bekerja lebih cerdas di dunia yang sudah tidak terpisahkan dari AI.

03 / Cara kami bekerja

Tidak mulai dari alat. Mulai dari kerjaan yang harus berubah.

Metode yang sama dipakai dari satu kerjaan pribadi sampai penerapan di perusahaan.

  1. 01

    Bongkar

    Mulai dari kerjaan nyata. Lihat bagaimana kerjaan itu sekarang dilakukan, langkah demi langkah.

  2. 02

    Temukan yang harus berubah

    Bukan sekadar apa yang bisa dipercepat, tapi apa yang seharusnya dikerjakan dengan cara lain.

  3. 03

    Bangun cara kerja baru

    Bersama AI, dengan pembagian jelas: mana bagian AI, mana bagian manusia.

  4. 04

    Uji sampai dipakai

    Sampai hasilnya bisa dipercaya, diukur, dan dipakai terus. Kalau tidak dipakai, berarti belum selesai.

04 / Pilih cara mulainya

Satu pendekatan. Beberapa cara mempraktikkannya.

Baca sendiri kalau ingin mulai pelan. Bangun bersama di workshop. Atau terapkan bersama satu tim.

Pengalaman utama · Workshop

Dari satu kerjaan jadi cara kerja yang dipakai.

Bawa satu kerjaan nyata ke AI for Productivity. Bongkar, bangun, dan uji bersama fasilitator, lalu ukur pemakaiannya selama 7 hari setelah kelas.

  • Tatap muka
  • Eureka Coffee n Kitchen, Bandung
  • Rp 1.188.000

Kelas berikutnya Sabtu, 7 November 2026 · Kursi habis · 20 orang per kelas

Masuk daftar tunggu
Untuk perusahaan: kirim perwakilan dulu.Lihat hasilnya di kerjaan nyata sebelum membahas penerapan yang lebih luas.

Baca sendiri · E-book

Bukan Soal Prompt

Cara memberi AI konteks kerjaan yang benar, tetap berguna saat alat AI berganti. Bisa dimulai kapan saja, tanpa menunggu jadwal.

Lihat e-book · Rp 89.000

Untuk tim dan perusahaan

AI yang benar-benar dipakai satu tim.

Punya proses yang melibatkan banyak orang? Mulai dari peluang kerja, aturan pakai AI, dan hasil yang bisa diukur.

Lihat cara kerjanya untuk tim

05 / Dari satu orang ke satu perusahaan

Kalau satu kerjaan bisa berubah, bagaimana dengan satu tim?

Workshop bukan akhir perjalanan. Untuk kerjaan yang melibatkan banyak orang, MakinPintar membantu memperluas percobaan yang berhasil jadi cara kerja tim, atau membangun aplikasi kalau memang dibutuhkan.

  • Tidak perlu mulai dari proyek besar
  • Hasil dievaluasi sebelum penerapan diperluas
  • Tidak wajib ikut workshop untuk konsultasi perusahaan
  1. WorkshopBuktikan
  2. 7 hariUji hasil
  3. PemetaanPetakan
AI Adoption ProgramMulai dari Rp 39.000.000

Cara kerja tim, kemampuan tim, aturan pakai AI, dan pengukuran.

  • 4 minggu
  • Maks. 20 orang
  • Dipandu Roni
Aplikasi AI

Integrasi dan perangkat lunak, saat masalahnya memang butuh sistem.

Bentuk solusinya mengikuti masalahnya, bukan dipaksakan dari awal.

Ceritakan kerjaan tim Anda

Contoh kerjaan

Kerjaan rutin seperti ini yang paling cepat berubah.

Rekap absen 12 grupNotulen rapatBalas chat pelangganLaporan penjualan mingguanRekap klaimCaption produkProposal klienRingkasan kontrakJadwal piketLaporan kinerjaRekap stok gudangEmail penagihan

Hasil kelas yang sudah diukur tampil di sini, dengan izin peserta.

06 / Kenapa pendekatan ini berbeda

Hasil kerja lebih penting daripada daftar alat yang dikuasai.

Filosofi MakinPintar

Kalau tidak dipakai, berarti belum selesai.

Dipraktikkan di kerjaan nyata, tidak berhenti saat kelas selesai atau saat hasilnya terlihat bagus di layar.

Data rahasia tidak masuk AI.

Nama, nomor, dan angka penting diganti kode sebelum ditempel.

Manusia yang memutuskan.

AI menulis draf. Keputusan, tanda tangan, dan tanggung jawab tetap di manusia.

Satu aturan untuk satu tim.

Untuk perusahaan, kami bantu menyusun aturan pakai AI dengan memperhatikan UU PDP.

Roni Mulyana, pendiri MakinPintar
Roni Mulyana
Pendiri MakinPintar. Memandu setiap kelas dan program.
Profil fasilitator

07 / Kenapa MakinPintar ada

Saya membangun MakinPintar karena melihat satu kenyataan yang terus berulang: semakin banyak orang menggunakan AI, tetapi semakin sedikit yang benar-benar mengubah cara mereka bekerja.

AI sudah ada di mana-mana. ChatGPT dibuka setiap hari. Berbagai alat AI dicoba. Pelatihan diikuti. Istilah-istilah baru dipelajari. Setiap model AI terbaru dibandingkan, setiap teknologi baru diperdebatkan, seolah-olah kemajuan ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengikuti perkembangan.

Tapi apa yang sebenarnya berubah?

Laporan masih membutuhkan waktu yang sama. Pekerjaan masih melewati proses yang sama. Hasil AI sering kali hanya terdengar pintar, tetapi dangkal dan generik. Setelah pelatihan selesai, orang kembali ke kebiasaan lama.

Kita sibuk belajar tentang AI, tetapi lupa belajar bagaimana bekerja bersama AI.

Itulah mengapa MakinPintar hadir.

Kami tidak memulai dari alat, model, atau teori. Kami memulai dari pekerjaan nyata. Kami membongkar bagaimana pekerjaan itu dilakukan, menemukan apa yang seharusnya berubah, membangun cara kerja baru bersama AI, lalu mengujinya sampai hasilnya dapat dipercaya, diukur, dan diterapkan secara konsisten.

Karena tujuan kami bukan membuat orang sekadar bisa menggunakan AI. Tujuan kami adalah membuat orang mampu bekerja dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin mereka lakukan.

Saya percaya masalah terbesar adopsi AI bukan kurangnya teknologi, bukan kurangnya akses, bahkan bukan kurangnya pelatihan.

Masalahnya adalah kita terlalu fokus belajar cara menggunakan AI, tetapi belum cukup belajar cara berpikir, bekerja, dan menghasilkan sesuatu bersama AI.

MakinPintar bukan tentang belajar AI. Ini tentang belajar bekerja lebih cerdas di dunia yang sudah tidak terpisahkan dari AI.

08 / Pertanyaan umum

Mulainya tidak harus rumit.

Tentukan satu kerjaan yang ingin diubah dulu. Langkah berikutnya menyesuaikan kebutuhan.

Apa itu MakinPintar?

MakinPintar bukan tentang belajar AI. Ini tentang belajar bekerja lebih cerdas di dunia yang sudah tidak terpisahkan dari AI. Kami membantu orang dan tim memasukkan AI ke pekerjaan nyata sampai tetap dipakai, lewat workshop tatap muka, e-book, dan program untuk perusahaan. Berbasis di Bandung.

Harus paham teknis atau jago menulis prompt?

Tidak. Kami mulai dari kerjaan yang sudah dilakukan sekarang, lalu melihat bagian mana yang tepat dibantu AI. Kemampuan teknis lanjutan hanya perlu untuk kasus tertentu.

Rakit ulang gratis itu benar-benar gratis?

Ya, satu kartu untuk satu nomor WhatsApp. Kartunya langsung tampil di halaman. Instruksi siap coba dan versi lengkap terbuka setelah kode dikirim lewat WhatsApp.

Kerjaan yang ditulis disimpan di mana?

Teks kerjaan disimpan bersama kartunya, supaya bisa dibuka lewat WhatsApp. Jangan menulis nama orang, nomor, atau data rahasia: kerjaan yang memuat nomor telepon, email, atau nomor identitas ditolak sebelum masuk AI. Rinciannya ada di Kebijakan Privasi.

Perlu ikut workshop sebelum program untuk perusahaan?

Tidak. Workshop adalah cara mencoba pendekatan ini lewat kerjaan peserta. Perusahaan dengan masalah dan tujuan yang jelas bisa langsung membahas AI Adoption Program.

Apa bedanya dengan pelatihan AI lain?

Kami tidak mulai dari alat, model, atau teori. Kami mulai dari kerjaan peserta sendiri, membangun cara kerja baru bersama AI, lalu mengujinya sampai benar-benar dipakai.

AI-nya sudah ada.
Yuk, ubah cara kerjanya.

Mulai dari satu kerjaan. Buktikan hasilnya. Perluas saat sudah siap.